Teknologi Industri Pertanian


Teknologi Industri Pertanian

TEKNOLOGI INDUSTRI
Bidang teknologi pertanian secara keilmuan adalah hibrida dan ilmu kiat dan pertanian. Perkembangan edukasi tinggi teknologi pertanian di Indonesia yang mulai mula tahun 1960-an tidak terlepas dari perkembangan edukasi tinggi kiat dan pertanian semenjak zaman pendudukan Belanda yang memang historis menempatkan dasarnya di Indonesia.
Pertanian ialah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilaksanakan manusia guna menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta guna mengelola lingkungan hidupnya.

Industri pertanian ialah industri yang mengubah dan menghasilkan barang yang menyokong sector pertanian. Industri pertanian tersebut sendiri mencakup industry pertanian, perkebunan,kehutanan dan peternakan.
Adapun destinasi pembangunan industry pertanian ialah sebagai berikut:
  • Meningkatkan hasil dan bobot produksi
  • Meningkatkan taraf hidup dan penghasilan petani, peternakm dan nelayan.
  • Meningkatkan lapangan kerja dan kesempatan berjuang untuk menunjang pembanfaunan industry.
  • Meningkatkan penghasilan Negara melewati ekspor
INDUSTRI PERTANIAN 
Pembangunan pertanian Indonesia (padi) dengan pancausaha tani dapat mengantarkan Indonesia berswasembada pangan. Upaya menambah produksi beras/nonberas antara beda dengan teknik berikut.

1) Pancausaha tani.

2) Penanganan pascapanen.

3) Menentukan harga yang layak untuk produsen dan konsumen.

4) Penyediaan sarana dan prasarana.

5) Pengembangan dan pemanfaatan teknologi.

6) Pemanfaatan lahan kering pekarangan dan rawa.

7) Pengembangan holtikultura (buah-buahan, sayur-sayuran, dan obat-obatan).

INDUSTRI PERKEBUNAN
Usaha industri perkebunan mencakup perkebunan kecil/rakyat (tebu, tembakau, kelapa, kopi, karet, dan teh) dan perkebunan karet. Produksi perkebunan untuk menambah ekspor, memenuhi keperluan dalam negeri. Upaya menambah industri perkebunan ditempuh dengan teknik berikut.

1) Peremajaan yakni mengganti tumbuhan yang tua dan busuk.
2) Rehabilitasi yakni pemulihan keterampilan daya produktivitas.
3) Pemanfaatan lahan kering dan lahan transmigrasi.
4) Penganekaragaman komoditas.
5) Ekstensifikasi dan intensifikasi (pemakaian teknologi tepat guna).

Tujuan perkebunan terdapat 3 yang dinamakan Tridharma Perkebunan, yaitu:
1) menambah pendapatan dan devisa negara;
2) membuat lapangan pekerjaan;
3) merawat kelestarian sumber daya dan lingkungan hidup.

INDUSTRI PETERNAKAN
Peningkatan buatan perikanan bertujuan guna memenuhi keperluan akan pangan dan gizi serta penambahan ekspor. Di samping itu, pengembangan usaha perikanan rakyat pun bertujuan untuk menambah pendapatan dan kesejahteraan semua nelayan serta memajukan desa-desa di dekat pantai.

Peternakan dipecah dalam 3 jenis, yaitu:
1) peternakan fauna besar (sapi, kerbau);
2) peternakan fauna sedang (kambing, biri-biri, dan babi);
3) peternakan fauna unggas (ayam, itik, puyuh).

Upaya untuk menambah produktivitas antara beda sebagai berikut.
1) Pemanfaatan dan pengembangan teknologi tepat guna.
2) Meningkatkan kuantitas dan kualitas ternak.
3) Penyuluhan terhadap petani ternak.
4) Memelihara kesehatan ternak dan kesucian kandang.
5) Memanfaatkan limbah ternak (untuk pupuk).

INDUSTRI KEHUTANAN
Hutan adalahkekayaan alam, maka butuh pengelolaan yang teratur supaya dapat menyerahkan manfaat, namun tetap mengawal kelestarian hutan. Peranan hutan ialah sebagai berikut.
  1. Sebagai sumber penghasilan dan lapangan kerja.
  2. Menghasilkan kayu, mulai tahun 1980 ekspor kayu olahan dengan industri kayu lapis.
  3. Untuk kebutuhan bahan bakar dan paru-paru dunia.
  4. Bagi konstruksi bangunan dan kerajinan, sumber energi.
  5. Sumber obat-obatan tradisional dan sumber penyimpan, pengatur air.
  6. Sumber plasma nutfah (penerus genetika) tumbuhan dan fauna.


Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Cara Menjaga Keutuhan NKRI

Politik Etis

Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh