Politik Etis
Politik Etis atau Politik Balas Budi ialah suatu pemikiran yang mengaku bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral untuk kesejahteraan pribumi. Pemikiran ini adalah kritik terhadap politik tanam paksa.
Ratu Wilhelmina menuangkan panggilan moral tadi ke dalam kepandaian politik etis, yang terangkum dalam program Trias Van deventer yang meliputi:
- Irigasi (pengairan), membina dan membetulkan pengairan-pengairan dan bendungan untuk kebutuhan pertanian
- Emigrasi yakni menyuruh penduduk guna bertransmigrasi
- Edukasi yaitu memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan
Banyak pihak menghubungkan kepandaian baru politik Belanda ini dengan pemikiran dan tulisan-tulsian Van Deventer yang diterbitkan sejumlah waktu sebelumnya, sampai-sampai Van Deventer lantas dikenal sebagai pencetus politik etis ini.
Adanya ajaran dari dua kelompok yang bertolak belakang semakin menciptakan politik etis supaya segera dilakukan yaitu:
1. Golongan misionaris
Tiga partai Kristen partai katolik, anti revolisoner dan kresten yang programnya ialah kewajiban belanda guna mengusung derajat asli yang didasarkan oleh agama.
2. Golongan koseriatif
Menjadi keharusan kita sebagai bangsa yang lebih tinggi derajatnya guna memberadapkan orang-orang terbelakang.
Itulah dua ajaran yang berkembang pada saat tersebut karena untuk mereka destinasi terahir politik colonial seharusnya telah menambah kesejahteraan dan pertumbuhan moral warga pribumi, penilaian ekonomi bukan pemerasan colonial tetapi pertanggung jawaban moral.

Ulasan
Catat Ulasan