Beberapa Teori hubungan Nabi Sulaiman dengan Indonesia
Kisah tentang nabi Sulaima tentunya tidak asing lagi mendenarnya, hampirseluruh umat manusia mengetahui tentang Nabi Sulaiman. Beliau merupakan Nabi sekaligus raja yang dengan kekayaan yang luar biasa. Nabi Sulaiman juga diberikan mukzizat Allah SWT mampu berbicara dan mengerti bahasa hewan bahkan angin dan lain-lainnya. Lalu apa hubungan Nabi Sulaiman dengan Indonesia? Simak ulasan berikut.
- Candi borobudur peninggalan Nabi Sulaiman
Sebelumnya sudah lumayan banyak kupasan tentang ini. Dan lazimnya orang-orang yang membaca akan tersenyum kecut saja dengan urusan tersebut. Pasalnya, agak susah memang menghubungkan Nabi Sulaiman dengan Borobudur. Keduanya, mempunyai semacam kontradiksi. Apalagi Borobudur ialah candi Budha. Namun, menurut keterangan dari seorang pakar mempunyai nama Fahmi Basya, sangat tidak sedikit bukti yang menguatkan bila candi ini memanglah peninggalan putra Nabi Daud tersebut.Beberapa bukti di antaranya menurut keterangan dari Basya ialah relief-relief yang menggambarkan cerita hidup Nabi Sulaiman. Salah satunya ialah tabut atau peti mengandung kitab-kitab dan pun tongkat Nabi Musa. Di Borobudur relief cerminan yang menunjukkan kisah tabut tersebut memang ada. Selain tersebut ada pun relief bergambarkan hewan-hewan yang seolah mengisyaratkan akan keterampilan Nabi Sulaiman yang dapat berkomunikasi dengan hewan.
- Nabi Sulaiman Meninggal di Indonesia
Masih menurut keterangan dari Basya, pakar matematika Islam ini pun mengatakan bila Nabi Sulaiman ternyata meninggal di Indonesia. Buktinya masih merujuk pada Borobudur, tepatnya pada unsur Stupa atau istilah lainnya Khiyam nomor 6. Kalau diacuhkan baik-baik, di dalam sini ternyata kosong, dan menurut keterangan dari Basya urusan itu tak lain sebab Nabi Sulaiman wafat di sana.Kemudian Basya menghubungkannya dengan di antara ayat Al-Qur’an, “Tatkala Kami telah memutuskan kematian Sulaiman, tidak terdapat yang menunjukkan untuk mereka (jin) sesudah kematiannya itu, tetapi rayap yang memakan tongkatnya.” Entah unsur mananya dari ayat di atas yang menyokong pernyataan Basya. Makanya, urusan tersebut perlu untuk dikaji lebih dalam lagi.
- Nama Nabi Sulaiman yang Ke-Jawa-Jawa-an
Nama pun jadi bukti adanya korelasi antara Indonesia dan Nabi Sulaiman. Kalau diacuhkan baik-baik, nama Nabi Sulaiman ini memang paling unik dan tersemat bagian Jawanya. Misalnya awalan ‘Su’ dan kesudahannya ‘Man’ yang merupakan karakteristik nama orang-orang Jawa di masa lalu. Dari 25 nabi, melulu Nabi Sulaiman yang punya nama dengan awalan ‘Su’.Kalau disaksikan dari artinya, kata Su dan Man ini berisi arti Hamba yang baik dalam bahasa Jawa. Dan bila merujuk untuk ayat suci Al-Quran, Nabi Sulaiman selalu disebutkan sebagai ‘sebaik-baiknya hamba’. Ada teori beda yang mengatakan andai ibu Nabi Sulaiman sendiri adalahorang Jawa yang mempunyai nama Batsyeba.
- Negeri Saba dan Ratu Bilqis Ada di Indonesia
Tak melulu kepercayaan mengenai Nabi Sulaiman yang hidup di Indonesia, istri beliau Ratu Balqis juga dipercayai hidup di Nusantara. Bahkan cerita pertemuan dua-duanya juga dipercayai terjadi di Indonesia. Tentang sang ratu, Ada tidak sedikit bukti yang seolah menguatkan bila negeri Saba dan Bilqis bermukim di Indonesia.Pertama ialah nama Wonosobo yang tidak jarang dikaitan dengan negeri Saba. Wonosobo sendiri bila dipecah, dengan kata lain menjadi hutan Saba (Wono dalam bahasa Jawa ialah hutan). Dalam Al-Quran diterangkan pula bila Saba ialah daerah yang sarat dengan hutan. Bukti selanjutnya ialah Candi Ratu Boko yang sering dianggap sebagai kerajaan Bilqis. Kalau dilihat-lihat, Candi ini sejumlah bagiannya tidak lengkap. Asumsinya, urusan itu tak lain sebab proses pemindahan istana, laksana yang diceritakan di kisah Nabi Sulaiman.
- Surat Emas Nabi Sulaiman yang Ditemukan di Pemandian Candi Boko
Seperti yang anda tahu, sebelum Nabi Sulaiman bertemu Ratu Bilqis, beliau terlebih dahulu mengantarkan sebuah surat emas yang dikirimkan oleh burung Hud-Hud. Surat ini berisi anjuran untuk bertaubat menilik Ratu Balqis dikisahkan menyembah matahari. Surat ini sebelumya tak ditemukan di mana pun, tergolong Yaman yang dipercaya tidak sedikit orang sebagai tempat istana Ratu Bilqis. Tapi, ajaibnya surat ini terdapat di Indonesia.Ya, surat emas itu ditemukan di salah satu empang pemandian Boko. Suratnya sendiri memang tercipta dari emas dan berisi artikel yang dipercaya tidak sedikit orang lafalnya ialah “Bismilllahirrahmanirrahim”. Entah kebetulan atau bukan, tetapi bukti ini seolah kian menguatkan kesan bila kerajaan Saba memang sedang di Indonesia.Tentu soal percaya atau tidak dibalikkan lagi untuk pembaca. Namun, andai seumpama teori di atas benar, kita pantas untuk bangga. Bagaimana tidak, Nabi duta Tuhan ternyata terdapat di Indonesia. Tak hanya kebanggaan, kebenaran ini bakal jadi mula dari terkuaknya sejarah-sejarah masa lalu, dan yang jelas bakal menjadikan Indonesia pusat perhatian dunia.

Ulasan
Catat Ulasan